Blogger news

PENDIDIKAN

Pentingnya Pendidikan bagi Semua Orang


Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita,ini berarti bahwa setiap manusia berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan. Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Sehingga menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting. Pendidikan pertama kali yang kita dapatkan di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.
Seorang anak yang disayangi akan menyayangi keluarganya ,sehingga anak akan merasakan bahwa anak dibutuhkan dalam keluarga. Sebab merasa keluarga sebagai sumber kekuatan yang membangunya.Dengan demikian akan timbul suatu situasi yang saling membantu,saling menghargai,yang sangat mendukung perkembangan anak.Di dalam keluarga yang memberi kesempatan maksimum pertumbuhan,dan perkembangan adalah orang tua.Dalam lingkungan keluarga harga diri berkembang karena dihargai,diterima,dicintai,dan dihormati sebagai manusia .Itulah pentingnya mengapa kita menjadi orang yang terdidik di lingkungan
keluarga.Orang tua mengajarkan kepada kita mulai sejak kecil untuk menghargai orang lain.
Sedangkan di lingkungan sekolah yang menjadi pendidikan yang kedua dan apabila orang tua mempunyai cukup uang maka dapat melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi dan akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi kemudian menjadi seorang yang terdidik . Alangkah pentingnya pendidikan itu. Guru sebagai media pendidik memberikan ilmunya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Peranan guru sebagai pendidik merupakan peran  memberi bantuan dan dorongan ,serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak  agar anak dapat mempunyai rasa tanggung jawab dengan apa yang dia lakukan. Guru juga harus berupaya agar pelajaran yang diberikan selalu cukup untuk menarik minat anak .
Selain itu peranan lingkungan masyarakat juga penting bagi anak  didik . Hal ini berarti memberikan gambaran tentang bagaimana kita hidup bermasyarakat.Dengan demikian bila kita berinteraksi dengan masyarakat maka mereka akan menilai kita,bahwa  tahu mana orang yang terdidik,dan  tidak terdidik. Di zaman Era Globalisasi diharapkan generasi muda bisa mengembangkan ilmu yang didapat sehingga tidak ketinggalan dalam perkembangan zaman. Itulah pentingnya menjadi seorang yang terdidik baik di lingkungan Keluarga,Sekolah,dan Masyarakat.

Soal UN 2014 Tambah Sulit

Butir-butir soal ujian na­sio­nal (UN) 2014 diperkirakan bakal lebih su­lit dibandingkan dengan tahun ini. Sebab da­lam UN 2014, komposisi soal tidak hanya ber­ka­­tegori evaluatif saja. Tetapi juga disusup­kan soal berkategori prediktif yang sering di­pa­kai di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Ting­­g­i Negeri (SNMPTN).

Ketentuan baru itu merupakan bagian dari skenario mengawinkan antaran UN dengan SNMPTN. Sampai tadi malam, komposisi antara butir soal yang bersifat evaluatif dan prediktif masih digodok.

Melalui pertemuan segitiga antara Ke­men­terian Pendidikan dan Kebudayaan (Ke­mendikbud), Majelis Rektor Perguruan Ting­gi Negeri Indonesia (MRPTNI), dan Badan Standarisasi Nasional Pendi­dikan (BSNP).

Ketua MRPTNI Idrus A. Paturussi mengatakan, dalam waktu dekat ke luar komposisi pembobotan butir-butir soal UN 2014.

Pria yang juga rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu menuturkan, selama ini pengawinan antara hasil UN dengan SNMPTN berjalan setengah-setengah. “Selama ini nilai UN tidak kami lihat. Yang kami lihat itu hanya siswa pelamar SNMPTN lulus UN atau tidak,” katanya.

Menurut Idrus wajar jika pihak PTN hanya menjadikan nilai UN sebagai syarat perlu saja untuk penerimaan calon mahasiswa baru. Sebab mere­ka mendapatkan salinan pe­ngu­muman UN hasil dari peni­laian BSNP yakni H-3 pe­ngu­mu­man resmi UN. Dia menu­tur­kan waktu itu mepet jika di­pakai untuk memeringkat siswa pelamar PTN berdasar­kan nilai UN.

Nah untuk tahun ini Idrus me­­ngatakan pengawinan anta­ra nilai UN dengan SNMPTN di­­­jalankan secara penuh. “Ke­pu­­­tusan ini sesuai arahan Men­­dikbud,” paparnya.

Dengan sistem baru itu, nilai UN benar-benar memiliki bo­­bot se­bagai pertimbangan ke­­lulusan SNMPTN mulai ta­hun depan. Se­lama ini pem­bo­bo­­tan peneri­maan SNMPTN ha­­nya ber­da­sarkan nilai rapor saja.

Idrus menuturkan skena­rio pembobotan nilai UN da­lam SNMPTN dilakukan mulai dari pembuatan butir-butir soal ujian. Dia mengatakan selama ini materi soal UN se­luruhnya bersifat evaluatif. Tu­juannya adalah untuk me­nge­valuasi hasil belajar siswa selama duduk di bangku SMA.

“Tetapi untuk masuk PTN diujikan materi soal bersifat prediktif. Jadi selama ini tidak bisa nyambung antara UN dengan SNMPTN,” katanya. Supaya bisa nyambung, Idrus me­ngatakan akan menyisip­kan soal kategori prediktif dalam paket materi UN.

Dengan sistem baru itu, di­per­­kirakan materi UN tahun de­pan lebih sulit dibandingkan ta­hun ini. Sebab sejumlah soal ujian dibuat untuk tujuan me­me­­­takan kemampuan aka­de­mik siswa, apakah mampu ku­liah.

Idrus menegaskan kompo­sisi persentase antara soal ujian yang bersifat evaluatif dan prediktif sampai saat ini be­lum ditetapkan.

Idrus juga berharap tahun depan MRPTNI atau panitia SNMPTN bisa mendapatkan rekapitulasi hasil penilaian UN dari BSNP lebih cepat. “Se­hing­ga ada waktu untuk me-rangking kelulusan SNMPTN ber­dasarkan nilai rapor dan nilai UN,” tandasnya.

Pelaksanaan Ujian Nasio­nal (UN) tahun 2014 akan mu­lai dilaksanakan pada 14 April 2014. UN akan dilaksanakan usai pemilihan umum (pe­milu).

Gratis Daftar

Sementara itu, Kemen­dik­bud menegaskan SNMPTN 2014 tidak dipungut biaya, se­perti tahun 2013. Mendik­bud Mo­hammad Nuh mengatakan, pe­­me­rintah ingin mem­fasi­li­ta­si agar para lulusan SMA/SMK mu­dah melanjutkan pen­didi­kan ke jenjang lebih tinggi de­ngan membuka kesempatan sa­ma dalam proses pen­daf­ta­ran masuk PTN.

“Urusan diterima dan tidak di­terima itu ada aspek yang lain. Paling tidak kita harus mem­­buka kesempatan sama. Prin­sip kesamaan dalam ke­sem­patan yang sama harus kita pegang,” Nuh akhir pekan ke­marin.

Menurutnya, setiap tahun jumlah lulusan SMA/SMK men­capai 2 juta orang. Untuk pa­ra lulusan itu, pemerintah me­­nanggung semua pem­bia­ya­an terkait pen­daftaran PTN me­lalui jalur SNMPTN. “Kaya mis­kin semua sama. Punya ke­sempatan yang sama,” ka­tanya.

SNMPTN merupakan se­leksi non-tertulis dalam pola pe­nerimaan mahasiswa baru PTN. Seleksi dilakukan berda­sar­kan prestasi akademik sis­wa berupa nilai rapor, hasil UN dan prestasi lain.

Data-data yang diperlukan dalam pendaftaran SNMPTN dimasukkan sekolah secara online melalui Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) mulai Januari 2014.

PDSS merupakan basis da­ta yang berisikan rekam je­jak sekolah dan prestasi aka­demik siswa. SNMPTN 2014 akan diikuti siswa lulusan SMA/SMK dari 14 ribu sekolah selu­ruh tanah air. Mereka bersaing memperebutkan kursi di 63 PTN dengan total daya tam­pung 150 ribu.

Dirjen Pendidikan Tinggi Djoko Santoso mengatakan jum­lah tersebut masih akan di­tambah lagi kuota Bidikmisi se­banyak 60 ribu kursi sehing­ga total daya tampung PTN sekitar 210 ribu. Tahun 2014, SNMPTN memiliki kuota mi­ni­mal 50 % dari total kuota daya tampung setiap PTN atau program studi.

Sama seperti tahun sebe­lum­nya, SNMPTN 2014 juga mem­berikan kesempatan khu­sus kepada calon mahasiswa berprestasi dari keluarga ku­rang mampu melalui program bidikmisi, serta calon mahasis­wa dari daerah 3T (terluar, ter­depan, tertinggal).

Sementara pada pelak­sanaan tes tulis seleksi ber­sama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), ada peram­pingan jumlah mata ujian atau tes yang berdampak pada hari pelaksanaan.

Mata ujian atau tes bidang studi dasar dan bidang studi po­tensi akademik akan disatu­kan, akibatnya ujian masuk hanya satu hari. Sementara tahun-tahun sebelumnya di­lak­sanakan dua hari.
  
Sistem Pendidikan di Indonesia
 
Dalam Sistem Pendidikan di Indonesia ada yang namanya Pendidikan karakter, yakni  karakter merupakan kunci keberhasilan individu. Pendidikan karakter ini sangat penting bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter akan menjadi dasar atau basic dalam pembentukan karakter berkualitas bangsa, yang tak hanya mengabaikan nilai-nilai sosial seperti kebersamaan, toleransi, gotong royong, saling membantu, saling menghormati, saling membantu, saling menghormati dsb. Pendidikan karakter akan melahirkan pribadi unggul yang tak hanya mempunyai kemampuan kognitif saja namun juga mempunyai karakter yang mampu mewujudkan kesuksesan.
Menurut penelitian di Harvard University AS, ternyata kesuksesan seseorang semata-mata tidak ditentukan oleh kemampuan teknis (hard skill) pengetahuan dan kognisinya saja, tapi lebih oleh kemampuan mengelola diri & orang lain. Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 % hard skill dan sisanya oleh soft skill 80 %. Kecakapan soft skill ini terbentuk melalui pelaksanaan pendidikan karater pada anak didik.
karakterAda (4) empat ciri dasar pendidikan karakter yang dirumuskan oleh seorang pencetus pendidikan karakter dari Jerman yang bernama FW Foerster yakni, (1), keteguhan dan kesetiaan.  (2) pendidikan karakter menekankan setiap tindakan berpedoman bagi nilai normatif. Para siswa-siswi menghormati norma-norma yg ada dan berpedoman pada norma tersebut. (3) adanya koherensi atau membangun keberanian dan rasa rasa percaya diri, dengan begitu siswa-siswi akan menjadi pribadi yg teguh pendirian dan tidak mudah terombang-ambing dan tidak takut resiko setiap kali menghadapi situasi baru. (4), adanya otonomi, yaitu anak didik menghayati dan mengamalkan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi diri pribadinya. Dengan demikian, anak didik mampu mengambil keputusan mandiri tanpa dipengaruhi oleh desakan dari pihak luar.
Berpijak pada 4 (empat) ciri dasar pendidikan karakter di atas, kita bisa menerapkannya ke dalam pola pendidikan yg diberikan pada anak didik. Misal, memberikan pemahaman sampai mendiskusikan tentang hal yang buruk dan hal yang baik, memberikan peluang dan kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi dirinya serta memberikan apresiasi atas potensi yg dimilikinya, mensupport dan menghormati keputusan anak dalam mengambil keputusan terhadap dirinya sendiri, menanamkan pada anak didik akan cara bertanggungjawab dan arti keajekan & berkomitmen atas pilihannya. Tetapi sebenarnya yang terpenting bukan pilihannnya, namun kemampuan pertanggungjawaban dan memilih kita terhadap pilihan kita tersebut, yaitu dengan cara berkomitmen pada pilihan tersebut.
Pendidikan karakter hendaknya dirumuskan dalam kurikulum, dipraktekkan dalam pembelajaran & diterapkan metode pendidikan. Selain dari itu, di lingkungan masyarakat sekitar dan keluarga juga sebaiknya diterapkan pola pendidikan karakter tersebut. Dengan begitu, generasi-generasi bagi bangsa Indonesia nan unggul akan dilahirkan dari sistem pendidikan karakter yang berkualitas.
Kesimpulannya dalam Sistem Pendidikan di Indonesia, Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menekankan pada pembentukan nilai-nilai karakter pada anak didik.


0 komentar:

Posting Komentar